Oleh: Sandy Pernando
Bandarlampung, Referensimu.com — Pagi itu. Parkiran Masjid Ornamen As-Salam selalu dipenuhi kendaraan roda empat. Kebiasaan hampir terjadi setiap hari.
Lokasi tempat ibadah Umat Islam itu terletak di Jalan Pramuka, tepatnya di depan Gedung Graha Bakti Pramuka, Rajabasa, Bandarlampung, Provinsi Lampung.
Pemilik mobil yang berjejer sedang mengharapkan rezeki datang dari sang pencipta. Ikhtiar dilakukan dan doa dipanjatkan.
Iya. Mereka sopir taksi online atau dikenal driver online. Di sana (Masjid Ornamen As-Salam) bukan hanya rezeki dunia yang didapatkan, tetapi juga akhirat.
Pendapatan tak menentu. Terkadang pelanggan ramai, bahkan sebaliknya. Namun, mata pencarian inilah yang dapat menafkahi anak istri di rumah.
Seperti pagi itu, cuaca cerah. Namun, tak dirasakan oleh para driver. Pesanan pelanggan yang hendak berpergian tak kunjung masuk.
Parkiran terus diisi mobil. Satu per satu driver online masuk. Tujuannya sama, menunggu pesanan penumpang yang hendak berpergian.
Tertunduk lesu. Begitu yang dirasakan salah seorang driver. Andi (45) warga Pesawaran, Lampung yang kesehariannya menggeluti pekerjaan ini.
Menurut dia, tak mendapatkan hasil positif hari ini, mungkin bisa diraih esok hari. Kerja menggunakan aplikasi online sama seperti berdagang. Kadang ramai, pun bisa sepi. Namun, tak mengurangi semangat untuk mencari rezeki.
“Penghasilan gak menentu, kita syukuri aja apa yang didapat hari ini,” kata dia, Rabu (26/11/2025).
Keluhan yang sama dirasakan Arie (35), pria berkacamata ini datang dengan senyuman menaruhkan sebungkus rokok dan korek di kursi harapan itu.
Senyuman itu bukan berarti pendapatannya sudah banyak. Ternyata orderan dia juga sepi.
Keseharian driver online di tempat itu tak melulu murung. Canda, gurau dan tawa juga berhak mereka rasakan. Dengan bertukar pikiran, obrolan keagamaan, sejarah kerajaan, bahkan lelucon membuat suasana semakin riang.
Johan (47), Warga Bandarlampung. Dia tertawa lepas kala itu. Kebahagiaan yang dirasakannya bukan berarti orderan dia atau penghasilannya sudah maksimal.
Sama dengan yang lainnya. Hari itu memang pesanan taksi online sepi, hingga obrolan berlangsung sampai azan berkumandang.
Menandakan waktu salat zuhur tiba. Segala kegiatan di dunia terhenti. Mereka bergegas untuk bersiap berjamaah.
Rezeki di dunia tak didapat secara maksimal hari ini, bukan berarti rezeki akhirat tak dapat diraih.
Keuntungan driver di tempat itu sebenarnya berlipat ganda. Bukan hanya cuan yang didapat, ibadah salat wajib pun terjaga.
Hingga akhirnya, pejuang rupiah di sana mendapatkan keuntungan dunia dan akhirat. (Sandi)




