Belum Ada Koordinasi, Kecamatan Gedong Tataan Akan Panggil Pengelola Dapur MBG

by

Pesawaran (Referensi.Com) – Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan keamanan dan kelayakan makanan yang dikonsumsi anak-anak. Pemerintah Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, berencana segera mengundang para penanggung jawab dan pemilik dapur MBG yang beroperasi di wilayah tersebut.

Langkah ini dilakukan agar pelaksanaan program pemerintah pusat dapat berjalan sesuai dengan ketentuan dan standar yang telah ditetapkan.

Pasalnya, saat ini keberadaan sejumlah pemilik dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gedong Tataan yang berjumlah sekitar delapan hingga sembilan dapur MBG yang telah beroperasi namun belum pernah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Gedong Tataan.

Camat Gedong Tataan Darlis, menyampaikan bahwa informasi tersebut benar adanya. Ia menegaskan bahwa tidak satu pun pengelola dapur MBG yang berkoordinasi dengan pihak kecamatan sejak mulai beroperasi.

“Informasi itu betul. Ada sekitar delapan atau sembilan dapur MBG yang sudah berjalan di wilayah Kecamatan Gedong Tataan, namun belum ada satu pun yang berkoordinasi dengan kami di kecamatan,” ujar Camat kepada awak media, pada kamis 22 Januari 2026.

Menurutnya, koordinasi sangat penting mengingat kecamatan merupakan salah satu unsur pengawasan dalam pelaksanaan program MBG, sebagaimana tertuang dalam surat tim yang dikeluarkan oleh Bupati Pesawaran. Selain itu, pihak kecamatan juga perlu mengetahui standar operasional dapur MBG, termasuk perizinan bangunan, pengelolaan lingkungan, hingga pembuangan limbah.

“Kami menerima beberapa keluhan dari masyarakat, terutama terkait bau tidak sedap dan pengelolaan sampah di sekitar dapur MBG yang berdekatan dengan permukiman warga. Ini yang perlu kita benahi bersama,” jelasnya.

Darlis menambahkan, hingga saat ini pihak kecamatan belum melakukan pemantauan langsung ke lapangan karena belum adanya koordinasi resmi. Ia khawatir jika turun tanpa komunikasi yang baik, justru akan menimbulkan kesalahpahaman dan dianggap sebagai bentuk intervensi.

Sebagai langkah ke depan, Pemerintah Kecamatan Gedong Tataan dalam waktu dekat akan mengundang para penanggung jawab atau pengelola dapur MBG untuk duduk bersama dan melakukan koordinasi.

“Dalam waktu dekat kami akan mengundang pengelola dapur MBG untuk berkoordinasi. Harapan kami, semuanya terbuka, jelas, dan bisa diawasi bersama. Kami juga berharap rekan-rekan media ikut mengawal agar informasi yang disampaikan ke masyarakat transparan,” tegasnya.

Ia juga menyinggung sejumlah kejadian di wilayah lain yang sempat viral, seperti siswa yang tidak mendapatkan jatah MBG maupun keluhan orang tua terkait kualitas makanan. Hal tersebut, menurutnya, tidak ingin terjadi di Kecamatan Gedong Tataan.

“Alhamdulillah sejauh ini di Gedong Tataan belum ada kejadian seperti itu. Tapi justru karena itu kami ingin mencegah sejak dini. Ini program nasional, program Presiden Prabowo untuk meningkatkan gizi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Jangan sampai tujuan baik ini tercoreng karena kurangnya koordinasi,” ujarnya.

Terkait kualitas makanan, Camat menegaskan bahwa sajian MBG harus memenuhi standar terbaik karena menyasar kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil. Ia berharap ke depan dapat diketahui secara jelas pembagian tanggung jawab masing-masing dapur, jumlah penerima manfaat, serta menu yang disajikan.

“Bagaimana kami mau mengawasi kalau standarnya saja kami tidak tahu? Nanti kalau sudah duduk bersama, semua ini akan kita bahas secara terbuka,” pungkasnya. (Zainal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *