Pesawaran, Referensimu.com – Seni pertunjukan wayang kulit merupakan seni pertunjukan yang berusia lebih dari lima abad.
Dimana dalam pertunjukan tersebut membawakan berbagai kisah, seperti pertunjukan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang dilaksanakan Desa Lumbirejo, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran pada malam Selasa 22 Juli 2025 ini menjadi ruang yang tepat untuk melewatkan malam, berefleksi dan memahami filosofi Jawa.
Malam di Balai Desa Lumbirejo terasa hidup tak kala pagelaran wayang digemakan. Irama gamelan yang rancak berpadu dengan suara merdu para sinden membuat hati hanyut dalam cerita.
Kisah yang dibawakan oleh dalang membuat masyarakat larut, seolah menjadi salah satu tokoh dalam kisah pewayangan tersebut. Membuat kita menyadari bahwa betapa kaya-nya budaya Jawa dimasa lalu.
Dalam pagelaran wayang selalu membawakan kisah-kisah yang berbeda. Seperti pada malam ini pertunjukan wayang kulit memiliki cerita sendiri yang dibawakan oleh Dalang Suparman dengan lakon “Jumenenge Parikesit Ndadi Nalendro”
Kegiatan Bersih Desa ini tidak hanya mengasih hiburan saja namun sebelumnya dilaksanakan acara ruwat desa atau do’a memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rejeki-nya, dari lintas agama yakni Islam, Kresten, Budha, Hinda dan Katolik.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Lumbirejo Ridho, SE menyampaikan ucapan terima kasih kepada tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir pada acara malam ini.
“Saya mewakili Pemdes Lumbirejo beserta panitia mengucapkan banyak terima kasih kepada semua hadirin yang telah hadir pada malam puncak pagelaran wayang kulit dalam rangka Bersih Desa, memperingati Tahun Islam 1447 Hijriah sekaligus Lunching Marsh Desa,”katanya.
Ia juga menghaturkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Lumbirejo yang tentunya ikut berpartisipasi, terutama dukungan dan berdoa-nya. Jika pada tahun ini pagelaran wayang kulit yang menjadi tradisi pelestarian budaya ditengah masyarakat Desa Lumbirejo sehingganya berjalan dengan baik serta dapat menghibur masyarakat.
“Dengan Bersih Desa ini juga saya berharap agar momen ini dijadikan momentum, diambil maknanya, diambil hikmahnya yang positif dan mudah-mudahan menjadi karomah arti dari lakonnya yang dibawakan dalam Ki Suparman ini,”harap Ridho.
Disamping itu, Ridho juga menyampaikan permohonan maaf atas nama jajaran Pemdes Lumbirejo selama kami bertugas dalam menyikapi dan memberikan pelayanan dalam mengabdi kepada masyarakat, jika ada yang kurang maksimal atau kurang berkenan dihati masyarakat semuanya, kami semuanya memohon maaf.
“Kami juga memohon kepada semua masyarakat Desa Lumbirejo atas dukungannya dan doa-nya agar ditahun ini lebih baik ditahun sebelumnya, tanpa masyarakat kami bukan apa-apa,”ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, salah satu warga, Triono merasa senang dengan terselenggaranya hiburan pagelaran wayang kulit.
“Saya merasa senang dengan pagelaran ini, sebab selain menyuguhkan goyonan-guyonan dari lakon pewayangan yang dibawakan oleh dalang juga melestarikan seni budaya dari wayang kulit tersebut,”ujar bapak dari dua anak ini.
Disamping itu, Triono juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran Pemdes Lumbirejo atas kekompakan dan semangat yang luar biasa, sehingga dapat menggelar pertunjukan Wayang Kulit dalam angka Bersih Desa.
“Atas nama warga Desa Lumbirejo, saya mengapresiasi atas terselenggaranya pagelaran wayang kulit ini dan berharap dengan adanya kegiatan seperti ini, jiwa budaya, jiwa gotong royong dan jiwa kerukunan tetap lestari di Desa Lumbirejo,”tandasnya.
Tampak hadir dalam acara tersebut, Camat Negeri Katon ya g mewakili, anggota DPRD, perwakilan Polres Pesawaran, Pesawaran, Kepala Desa Lumbirejo beserta jajarannya, Kades se-Kecamatan Negeri Katon, lembaga Desa Lumbirejo, segenap tokoh masyarakat dan masyarakat Lumbirejo. (Zainal)


