Pesawaran, Referensimu.com — Mahendra Senna Arasy, anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) ini membuat harum nama Provinsi Lampung.
Kebanggaan itu diraihnya saat mengikuti kompetisi karate Individual Kata Male Tournament 4th Shureido International yang digelar di GOR Ciracas, Jakarta pada 4-6 Juli 2025.
Sena tergabung dalam perguruan Club Ryuken Gojukai Pesawaran, Gojukai Komda Provinsi Lampung, Indonesia.
Dalam ajang internasional itu, Sena meraih juara II, mengalahkan menyingkirkan peserta yang datang dari belasan negara.
Orang tua Mahendra Senna Arasy, Satria mengucapkan rasa syukurnya atas pencapaian yang diraih putranya itu.
Satria mengatakan, Sena dikalahkan oleh negara Filipina di babak grand final dengan poin 3:2. Namun, Satria merasa bangga meski belum berhasil meraih juara 1 dalam ajang itu.
Menurutnya, capaian yang telah diraih adalah suatu keberhasilan yang telah dipersiapkan sebelumnya.
“Alhamdulillah, dalam ajang internasional ini, Sena dapat menjadi yang terbaik dan dapat mengharumkan nama Lampung, khususnya Kabupaten Pesawaran,” kata dia kepada Referensimu.com, Rabu (9/7).
14 negara yang mengikuti ajang bergengsi itu, di antaranya Jepang, Rusia, Malaysia, India, Chinese Taipei, Singapura, Hong Kong, Filipina, Brunei Darussalam, Thailand, Maroko, Oman, Selandia Baru, dan Indonesia sebagai tuan rumah.
Bahkan, ada empat juara dunia karate asal Jepang tampil di ajang ini, yakni Ayumie Uekusa (4x Grand Winner WKF), Shinji Nagaki (Juara Dunia Kumite WKF 2024), Mori Yuta (Juara Kumite WKF), dan Emiri Iwamoto (Juara Kata WKF).
“Kejuaraan ini bukan hanya sekadar pertandingan, tetapi juga menjadi ajang pertukaran pengetahuan dan peningkatan kualitas melalui kehadiran 4 juara dunia karate asal Jepang,” ujar Ketua Panitia Penyelenggara, Ricky Muchtar.
Ricky berharap kejuaraan ini menjadi batu loncatan bagi karateka Indonesia untuk bersaing di tingkat dunia.
“Kami tidak hanya ingin mencetak jumlah, tetapi juga kualitas. Dengan mendatangkan juara dunia dan wasit internasional, kami ingin menciptakan ekosistem kompetisi yang mendekati standar dunia,” tutupnya. (Sandi)


